Pernikahan yg barakah itu.
Bismillah
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum 30:21)
Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki, kata Rasulullah SAW, menunjukkan adalah istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ; kendaraan yang baik yang bisa mengantar ke mana kamu pergi ; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.
Tiga perkara yang membuatnya sengsara adalah istri yang tidak membuatmu bahagia jika dipandang dan tidak bisa menjaga lidahnya juga tidak membuatmu merasa aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu ; kendaraan rusak yang jika dipakai hanya membuatmu lelah namun jika ditinggalkan tidak bisa mengantar kamu pergi ; dan rumah yang sempit yang tidak kamu temukan kedamaian di dalamnya.
Ada pernikahan yg penuh barakah. Ada pernikahan yg sedikit kebarakahannya. Dan yang paling menakutkan adalah pernikahan yang tidak pernah ada kebarakahan di dalamnya.
Rasulullah SAW menunjukkan,
" Barangsiapa yang menikahkan putrinya karena silau akan kekayaan laki laki itu meskipun buruk akhlaknya, maka tidak pernah pernikahan itu akan dibarakahiNya."
"Sesungguhnya, "kata Rasulullah SAW, termasuk dari keberuntungan perempuan adalah mudah lamarannya, ringan mas kawinnya dan subur rahimnya".(HR Ahmad).
"Seorang wanita yang penuh barakah dan mendapat anugrah Allah adalah yang maharnya murah, mudah menikahinya dan akhlaknya baik. Namun sebaliknya, wanita yang celaka adalah yang mahal maharnya, sulit menikahinya dan buruk akhlaknya."
Pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Anas r.a, " Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang menikahi wanita karena kedudukannya, Allah hanya akan menambahinya kehinaan, yang menikahinya karena kekayaannya, Allah hanya akan memberinya kefakiran, yang menikahinya karena nama besar keturunannya Allah justru akan menambahinya kerendahan. Namun, laki laki yang menikahi wanita hanya karena menjaga pandangan mata dan memelihara nafsunya atau untuk mempererat hubungan kasih-sayang (silarurrahim), maka Allah akan membarakahi laki laki itu dan memberi kebarakahan yang sama pada wanita itu sepanjang ikatan pernikahannya. "
Mahar bukanlah harga atas diri seorang wanita. Wanita tidak menjual dirinya dengan mahar. Namun ia membuktikan kebenaran kesungguhan, cinta dan kasih sayang laki laki yang bermaksud kepadanya dengan mahar.
Belum pernah aku mendengar mahar yang lebih mulia daripada mahar Ummu Sulaim. Ia hidup rukun bersamanya dan melahirkan anak. Maharnya Ummu Sulaim adalah keislamannya Abu Thalhah. Dari kisah Ummu Sulaim dapat disimpulkan bahwa mahar dapat menjadi dakwah. Mahar menjadi pengikat kasih sayang sekaligus untuk syiar Islam.
Fatimah Az Zahra seorang Ummu Abiha (ibu yang melahirkan ayahnya) karena besarnya penghormatan dan kebaktian Az Zahra kepada Rasulullah SAW. Dari rahimnya lahir anak anak yang penuh kemuliaan. Hasan, Husain dan Zainab.
Anak anak yang mulia bisa lahir dari pernikahan yang barakah. Pernikahan yang diridhoi Allah. Didikan ibu yang penuh dengan keteguhan yang mengagumkan.
Nabi pernah melihat Fathimah sedang menggiling dengan kedua tangannya sambil menyusui anaknya. Maka mengalirlah air mata Rasulullah. "Engkau menyegerakan kepahitan dunia untuk kemanisan akhirat".
Ali putra Abi Thalib menjual baju besi untuk membayar maharnya. Konon, baju besi itu dibeli oleh Ustman bin Affan seharga 400 dirham yang kemudian menghadiahkan kembali kepada Ali. Yang dilakukan setelah memperoleh hasil penjualan baju besi yaitu ia menyerahkan uang itu kepada Rasulullah SAW. Nabi memberikan uang itu kepada Asma untuk membeli wewangian, sebagian kepada Ummu Salamah untuk makanan, sebagian kepada tiga orang sahabat, yaitu Ammar, Abu Bakar dan Bilal. Ketiga sahabat ini membelanjakan uang untuk membeli perlengkapan dan perabot rumah tangga Fathimah Az Zahra. Perabot rumah tangga yang sederhana. Inilah mahar Fathimah Az Zahra yang penuh barakah.
🍃Berapa Ukuran Mahar ?
Suatu ketika, seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW. " Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah merelakan diri untuk Engkau nikahi."
Wanita itu berdiri lama. Kemudian seorang lelaki berdiri dan mengatakan, " Ya Rasulullah nikahkanlah ia denganku, jika Engkau tidak berkenan menikahinya".
Kata Rasulullah
"Apa kamu punya sesuatu untuk memberinya mahar" ?
" Aku tidak punya apa apa selain kainku ini".
"Jika kamu berikan kainmu itu, Engkau tidak punya kain lagi. Carilah sesuatu untuk diberikan kepadaNya."
"Aku tidak menemukan apapun".
"Carilah sesuatu meskipun hanya sebuah cincin besi". (Muttafaq'alaih).
Bahkan pada riwayat lain.
"Apakah kamu menerima pernikahanmu (Fuzarah) dengan mahar sepasang terompah ?"
Ia menjawab "Ya saya terima".
Rasulullah menyetujui pernikahan itu. Hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi dari Amir bin Rabi'ah.
Pada mahar yang ringan, ada kepercayaan tentang ketulusan cinta istri. Ada kesediaan istri untuk berjuang bersama-sama. Ketika Ummu Sulaim hanya meminta keislaman Abu Thalha. Maknanya ada sesuatu yang lebih besar dari kepentingan diri sendiri. Yaitu misi keselamatan bagi keduanya dunia akhirat.
Dibalik ringannya mahar ada kekayaan jiwa.
"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya akan jiwa".
(Muttafaqun Alaih)
"Mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan itu adalah apa apa yang tenteram jiwa padanya dan tenteram pula dalam hati. Dosa itu apa apa yang syak dalam jiwa dan ragu ragu dalam hati, walaupun orang orang memberi fatwa padamu dan mereka membenarkannya (HR Ahmad).
🍃Resume book - Kado Pernikahan untuk Istriku - Mohammad Fauzil Adhim🍃
Showing posts with label Book. Show all posts
Showing posts with label Book. Show all posts
Saturday, September 2, 2017
Thursday, May 18, 2017
Rezeki yang tak terbatas
🍃Pada hakikatnya, apa yang menjadi kebutuhan dasar rezeki sudah disiapkan Allah SWT. Kita tinggal jalan saja. Langit dan tujuh lapisnya sudah disiapkan untuk rezeki kita. Coba bayangkan. Cahaya matahari dan tujuh sinarnya, tidak semuanya boleh sampai pada kulit kita. Yang boleh sampai dari tujuh sinarnya hanya sinar keenam dan ketujuh, antara inframerah dan sinar gamma. Gradasi antara keduanya adalah 0,02 kalori karena kalau lebih sedikit atau kurang sedikit saja, semua jaringan di bumi ini akan mati, termasuk kita.
🍃Benda benda yang setiap saat menerpa bumi yang harusnya bisa hancur namun karena anugrah dari Allah bumi ini masih tetap selamat dan bertahan dan kitapun masih hidup di dalamnya. Yang Maha Mengatur ini semua adalah Allah.
🍃Dari bangun tidur hingga tidur kembali Allah sudah menetapkan rezeki setiap hambaNya. Tidak ada yang harus mencari oksigen terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Tidak ada yang harus mencari sinar ultraviolet terlebih dahulu sebelum berangkat mencari rezeki. Adakah yang harus mengeraskan aspal jalanan terlebih dahulu sebelum berangkat dengan kendaraan?
🍃Ini semua contoh bahwa pada dasarnya rezeki itu sudah ada sebelum kita bergerak untuk mencarinya.
🍃Allah SWT berfirman:
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
🍃"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)
🍃Makna ayat, makanlah sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, bukan semuanya. Al Quran tidak memberikan prioritas utama dalam pencarian rezeki. Walau demikian, bukan berarti harus meninggalkan dunia. Al Quran memerintahkan kita untuk lebih memprioritaskan akhirat, tetapi tidak melupakan dunia. Sehingga di dalam Al Quran tidak ada perintah khusus untuk mencari rezeki. Umumnya ayat yang menyebutkan untuk mencari rezeki menyebutkan bahwa makanlah sebagian rezeki dari yang Allah berikan. Yang berarti kita tidak mencari rezeki tapi mencari tambahan bonus karunia dari Allah sehingga cukup dengan berjalan saja.
🍃Apabila yang menjadi prioritas itu adalah Al Quran, maka dengan berjalan saja sudah bisa mendapatkan dunia.
Semakin jauh jalan kita semakin besar rezekinya dan semakin besar manfaatnya. Jadi, konsep mencari rezeki berdasarkan Al Quran yaitu berjalan saja. Semakin jauh kaki melangkah, semakin banyak juga kreatifitas-kreatifitas yang akan ditemukan dalam perjalanan.
🍃Dulu singkong identik dengan makanan kelas bawah, sementara keju identik dengan makanan kelas atas. Kini karena kreatifitas, singkong dan keju sudah selevel dan masuk ke hotel hotel mewah dan menjadi makanan berkelas.
(📚book "Masuk Surga Sekeluarga - KH. Bachtiar Nasir - AQL Pustaka)
🍃Benda benda yang setiap saat menerpa bumi yang harusnya bisa hancur namun karena anugrah dari Allah bumi ini masih tetap selamat dan bertahan dan kitapun masih hidup di dalamnya. Yang Maha Mengatur ini semua adalah Allah.
🍃Dari bangun tidur hingga tidur kembali Allah sudah menetapkan rezeki setiap hambaNya. Tidak ada yang harus mencari oksigen terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Tidak ada yang harus mencari sinar ultraviolet terlebih dahulu sebelum berangkat mencari rezeki. Adakah yang harus mengeraskan aspal jalanan terlebih dahulu sebelum berangkat dengan kendaraan?
🍃Ini semua contoh bahwa pada dasarnya rezeki itu sudah ada sebelum kita bergerak untuk mencarinya.
🍃Allah SWT berfirman:
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
🍃"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)
🍃Makna ayat, makanlah sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, bukan semuanya. Al Quran tidak memberikan prioritas utama dalam pencarian rezeki. Walau demikian, bukan berarti harus meninggalkan dunia. Al Quran memerintahkan kita untuk lebih memprioritaskan akhirat, tetapi tidak melupakan dunia. Sehingga di dalam Al Quran tidak ada perintah khusus untuk mencari rezeki. Umumnya ayat yang menyebutkan untuk mencari rezeki menyebutkan bahwa makanlah sebagian rezeki dari yang Allah berikan. Yang berarti kita tidak mencari rezeki tapi mencari tambahan bonus karunia dari Allah sehingga cukup dengan berjalan saja.
🍃Apabila yang menjadi prioritas itu adalah Al Quran, maka dengan berjalan saja sudah bisa mendapatkan dunia.
Semakin jauh jalan kita semakin besar rezekinya dan semakin besar manfaatnya. Jadi, konsep mencari rezeki berdasarkan Al Quran yaitu berjalan saja. Semakin jauh kaki melangkah, semakin banyak juga kreatifitas-kreatifitas yang akan ditemukan dalam perjalanan.
🍃Dulu singkong identik dengan makanan kelas bawah, sementara keju identik dengan makanan kelas atas. Kini karena kreatifitas, singkong dan keju sudah selevel dan masuk ke hotel hotel mewah dan menjadi makanan berkelas.
(📚book "Masuk Surga Sekeluarga - KH. Bachtiar Nasir - AQL Pustaka)
Sunday, May 14, 2017
Pakar Pendidikan - My Note 2
🌸Dorothy Law Nolte, Ph.D
Bila seorang anak hidup dengan kritik, dia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, dia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, dia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, dia akan belajar mengasihani diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, dia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, dia akan belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, dia akan belajar merasa bersalah.
Bila seorang anak hidup dengan dorongan, dia akan belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan toleransi, dia akan belajar tentang kesabaran.
Bila seorang anak hidup dengan pujian, dia akan belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, dia akan belajar untuk mencintai.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, dia akan belajar menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, dia akan belajar untuk mempunyai tujuan.
Bila seorang anak hidup dengan berbagi, dia akan belajar tentang kebaikan.
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, dia akan belajar tentang kebenaran.
Bila seorang anak hidup dengan keadilan, dia akan belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, dia akan belajar menghormati.
Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, dia akan belajar tentang iman.
Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, dia akan belajar mencintai dunia.
(source from Untukmu Calon Imamku, dariku Calon Bidadarimu Ahmad Rifa'i Rif'an)
Bila seorang anak hidup dengan kritik, dia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, dia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, dia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, dia akan belajar mengasihani diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, dia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, dia akan belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, dia akan belajar merasa bersalah.
Bila seorang anak hidup dengan dorongan, dia akan belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan toleransi, dia akan belajar tentang kesabaran.
Bila seorang anak hidup dengan pujian, dia akan belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, dia akan belajar untuk mencintai.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, dia akan belajar menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, dia akan belajar untuk mempunyai tujuan.
Bila seorang anak hidup dengan berbagi, dia akan belajar tentang kebaikan.
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, dia akan belajar tentang kebenaran.
Bila seorang anak hidup dengan keadilan, dia akan belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, dia akan belajar menghormati.
Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, dia akan belajar tentang iman.
Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, dia akan belajar mencintai dunia.
(source from Untukmu Calon Imamku, dariku Calon Bidadarimu Ahmad Rifa'i Rif'an)
Pakar Pendidikan Islam - My Note
🌸Dr. Khalid Ahmad Asy Syantut
"Peran rumah bagi anak mencapai 60%, sedangkan sekolah dan lingkungan masing masing hanya 20%.
🌸Ali bin Abi Thalib
"Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, displinkanlah anak pada tujuh tahun kedua, dan bersahabatlah dengan anak pada tujuh tahun ketiga".
🌸Ibnu Sina mengungkapkan
"Tujuh tahun pertama perlakukan anak seperti raja, tujuh tahun kedua seperti tawanan, tujuh tahun ketiga seperti mitra."
(source from Untukmu Calon Imamku, dariku Calon Bidadarimu by Ahmad Rifa'i Rif'an)
"Peran rumah bagi anak mencapai 60%, sedangkan sekolah dan lingkungan masing masing hanya 20%.
🌸Ali bin Abi Thalib
"Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, displinkanlah anak pada tujuh tahun kedua, dan bersahabatlah dengan anak pada tujuh tahun ketiga".
🌸Ibnu Sina mengungkapkan
"Tujuh tahun pertama perlakukan anak seperti raja, tujuh tahun kedua seperti tawanan, tujuh tahun ketiga seperti mitra."
(source from Untukmu Calon Imamku, dariku Calon Bidadarimu by Ahmad Rifa'i Rif'an)
Saturday, May 6, 2017
Untukmu Calon Imamku
Tulisan ini mewakili isi hatiku, tentang harapan yang kupanjatkan kepada Allah.
Tentang pernikahan yang kuimpikan di masa depan.
Untukmu yang selalu kurindukan dalam doa doaku. Ketika membaca ini, anggaplah seolah aku sedang ada di hadapanmu, berbicara langsung denganmu, mengungkap semua yang tertulis ini.
Untukmu yang masih dirahasiakan Allah menjadi penyempurna agamaku. Tulisan ini semoga bisa menjadi bekal kita menempuh perjalanan panjang kehidupan.
Jika Engkaulah yang dipilihkan Allah untukku, aku tak hanya ingin menua bersamamu. Aku ingin lebih lama, lebih langgeng. Bukan hanya sehidup semati, tapi sedunia sesurga.
Menjadi imam yang memimpin keluargaku. Menjadi ayah terbaik bagi anak-anakku.
-Buku Untukmu, Calon Imamku dariku Calon Bidadarimu by Ahmad Rifa'i Rif'an-
Tentang pernikahan yang kuimpikan di masa depan.
Untukmu yang selalu kurindukan dalam doa doaku. Ketika membaca ini, anggaplah seolah aku sedang ada di hadapanmu, berbicara langsung denganmu, mengungkap semua yang tertulis ini.
Untukmu yang masih dirahasiakan Allah menjadi penyempurna agamaku. Tulisan ini semoga bisa menjadi bekal kita menempuh perjalanan panjang kehidupan.
Jika Engkaulah yang dipilihkan Allah untukku, aku tak hanya ingin menua bersamamu. Aku ingin lebih lama, lebih langgeng. Bukan hanya sehidup semati, tapi sedunia sesurga.
Menjadi imam yang memimpin keluargaku. Menjadi ayah terbaik bagi anak-anakku.
-Buku Untukmu, Calon Imamku dariku Calon Bidadarimu by Ahmad Rifa'i Rif'an-
Wednesday, July 29, 2015
Saya terima rotinya eh nikahnya (19 plus)
Buku karya Boim Lebon "19 plus saya terima rotinya eh nikahnya". Cocok buat kamu yang lagi galau tentang jodoh dan bertanya tanya. Dimana ya nanti ketemu jodohku? Siapa ya jodohku? Terus gimana kita bisa tau kalau itu jodoh kita?
Ada yang bilang, kalau jodoh kamu itu tandanya saat kamu ngobrol sama dia kamu dapat chemistrynya maksudnya kamu nyambung kalau ngobrol ama dia, dan rasanya plong kalo udah curhat sama dia. Lalu ad juga yang bilang, saat kamu jalan sama dya kamu merasa nyaman dan merasa terlindungi, ga ada perasaan was was. Ada juga yang bilang kalau muka kalian mirip itu berarti jodoh
Dan masih banyak lagi.
Nah buku ini punya jalan ceritanya sendiri untuk merangkai kisah bagaimana Fida menemukan jodohnya. Di saat ia sudah mulai tertarik dengan seorang pria dan merasa ada ketertarikan yang sama ia sangat yakin kalau itulah jodohnya. Saking yakinnya kalau tu cowok juga suka sama Fida dan bakal ngelamar Fida, Fida rela menolak lamaran yang datang dari pria lain atas persetujuan ayahnya. Tapi sangat disayang, tu cowo ternyata udah punya tunangan. Kebayangkan gimana perasaannya? Bagaikan langit runtuh dan sakitnya tuh disini.
Ternyata Allah punya caranya untuk mempertemukan Fida dengan jodohnya hingga akhirnya Fida pun menikah.
Thursday, October 10, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)
