Saturday, April 20, 2024

Some Similarities of Wise People

Becoming a wise person is a process that requires time, experience, and effort. Here are some similarities of wise people:

1. Able to control yourself

Wise people can control their emotions and impulses. They are not easily carried away by passion or anger, and they can think clearly in difficult situations.


2. Think before acting

Wise people do not act impulsively. They always consider all the consequences before making a decision. They are also not easily influenced by others, and they are always confident in their own decisions.


3. Want to learn from experience

Wise people are always open to learning from their own experiences and those of others. They are not ashamed to admit their mistakes, and they always try to improve themselves.


4. Have empathy

Wise people can understand other people's feelings. They can see the world from other people's points of view, and they always try to help others in need.


5. Be grateful for what they have

Wise people are not greedy. They are always grateful for what they have, and they don't always want more. They also don't get jealous of other people easily.


6. Live in the present

Wise people are not trapped in the past or the future. They focus on the present, and they enjoy every moment of their life.


7. Have a sense of humor

Wise people don't get stressed easily. They are able to see the funny side of life, and they always try to make others laugh.


8. Always be humble

Wise people are not arrogant. They know they are not always right, and they are always open to criticism.


9. Have a life goal

Wise people have clear life goals. They know what they want to achieve in life, and they always try to achieve those goals.


10. Live life with meaning

Wise people want to live a life full of meaning. They want to make a difference in the world, and they want to leave a positive legacy.

Becoming a wise person is not easy, but it is a noble goal. If you want to become a wiser person, you can start by practicing some of the habits mentioned above.

Keep in mind that wisdom is an ongoing process. You will never be a perfect person, but you can always learn and grow. Keep trying to be a better person, and you will get closer to wisdom.


~PDG to CGK 20 04 2024

~Minangkabau International Airport 

Thursday, October 19, 2023

Pilar-pilar rumah tangga



Ringkasan Materi (1)
Pilar Pilar Rumah Tangga 
Ustadzah Fathiyah
Rabu, 18 Oktober 2023
@masjidnurulashri
@spn.nurulashri 


Nikah adalah sunnahku, barangsiapa yg tidak melaksanakan sunnahku, 
maka dia bukan dari golonganku. 
Barangsiapa diantara kalian yg mampu menikah, maka menikahla, 
karena menikah mampu menjaga pandangan, menyempurnakan separuh
dari agama dan menjaga kehormatan diri. 


Untuk akhwat mencari suami yg (3 T) : Taqwa, Tampan, Tajir 
Untuk ikhwan mencari istri yg (3 S) : Sholehah, Sabar, Syantik

Menikah adalah ibadah. Sehingga perlu persiapan mental,spiritual & ilmu.
Persiapan mental & spiritual = siap capek, siap begadang
Persiapan ilmu = Agar tidak kaget memasuki dunia baru, sekaligus siap menerima ujian dan tantangan. Apa hukum menikah untuk kita. 
Persiapan fisik = Jangan sampai ketika menikah, sering sakit.
Menikah hukumnya bisa wajib, sunnah, mubah, makruh, haram. Sehingga tergantung kondisi kita dan pasangan. 
Menikah merupakan ibadah terlama dan terpanjang, ujian tidak bisa ditebak. Sakinah, mawaddah, perlu ada persiapan.
Kalau pasangan, Allah yg memberikan. Kalau sakinah, kita yg menciptakan dg pasangan.
Ada duit di sana. DUIT yaitu
D = Doa
U = Usaha
I = Ikhlas
T = Taqwa

Usahakan memperdekat hubungan dengan Allah. Minta sama Allah melalui doa doa kita.
Rumah tangga, banyak tangganya, karena tangganya banyak berarti harus ekstra menjalani. 
Pilarnya ini, untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
Menikah itu ibadah dan ada pengorbanannya, menikah ujiannya berbeda dg ibadah yg lain. 

Maka yg pertama, pilarnya : 
I.Ikhlas karena Allah saat suka maupun susah, menerima kelebihan dan kekurangan suami. 
Allah tidak melirik amalan yg tidak ikhlas.

II.Sabar, jika tidak sabar maka akan bubar. Karena ujiannya berat. 
Sabar terbagi :
a.Sabar dalam menjalankan perintah Allah (suami harus menafkahi, menghidupi anak istrinya, dia tau bahwa sesuap nasi yg 
diberikan anak dan keluarga ada pahala). Sementara istri perlu sabar, taat pada suami hukumnya wajib selagi tidak melanggar Allah.
Perintah taat pada suami itu yaitu perintah Allah, Allah yg menyuruh kita untuk berpenampilan menarik untuk suami.
Allah yg menyuruh kita untuk menjaga kehormatan
b.Sabar dalam meninggalkan larangan Allah
Pernikahan bukan untuk komparasi, namun untuk disyukuri.
c.Sabar dalam menghadapi ujian dari Allah, ujian tergantung umurnya pernikahan 
(5 Tahun Pertama) Ujian Level Awal Pernikahan 
Kalau pengantin baru biasanya ujiannya LDR, tinggal sama mertua, komunikasi yg kurang nyambung, ekonomi

(5 tahun kedua)saat sudah mapan (settle), biasanya ujiannya dari orang ketiga 
wanita lain, pria lain, mertua, dll

(5 tahun ketiga) ujiannya berupa penyakit
Lewat penyakitan

III.Cinta & Kasih Sayang
Seiring dg berjalannya waktu, cinta dan kasih sayang itu akan terkikis, setelah 7 tahun, 10 tahun, 30 tahun sehingga
usahakan terhadap pasangan untuk jatuh cinta kepada pasangan, berkali-kali
7 tahun kebawah = masih malu malu komunikasi
7 tahun ke atas = sudah berani mengemukakan pendapat 
Ingat dia yg selalu menanti, jadikan dia baiti jannati. 
Usahakan pernikahan  th ke atas, usahakan mawaddah.
Setelah tua, Allah turunkan warrahmah (ini seperti kakak adik)
Rumah tangga itu seperti pohon, harus selalu disiram, dipupuk
Air = pengertian
Pupuk = cinta

Tahapan Cinta & Kasih Sayang
1.Mahabbah (ada cinta & gairah yg membuncah) 5-7 th pertama 
2.Mawaddah (ada cinta, memiliki, memotivasi, menutup aibnya, pengertian) 5-7 th kedua 
3.Rahmah 30 th ke atas (seperti kakak, adik, yg ada rasa kasihan)


IV.Menjalankan perannya masing-masing (baik suami & istri) 
Butuh ilmu, karena ilmu seperti lentera. 
Tukar peran suami istri boleh, selama keduanya ridho. 
Rumah tangga, adalah milik suami istri, dan suami sebagai nahkoda. 

Peran suami dalam Surah Anisa ayat 34 
menjadi pemimpin untuk istrinya
memberikan nafkah lahir dan batin (dijaga kesehatan dan kecerdasan istri) 

Peran istri
menyenangkan bila dipandang
taat pada suami, bila tidak melanggar Allah
menjaga kehormatan 

Pilar ini perlu dipertahankan dan dijaga untuk mencapai keluarga sakinah, mawaddah warrahmah. 
Lelah boleh, tapi jangan menyerah demi mencapai mencapai keluarga sakinah, mawaddah warrahmah. 
Sehingga butuh me time, mempebaiki diri sendiri tujuan untuk baiti jannati

Saturday, June 3, 2023

Deen Academy - Sunnah Marriage Camp Batch 6



Sebelum ikut kelas ini, aku melihat seseorang yang sepertinya tidak bosan untuk belajar. Padahal beliau sudah mendapatkan double degree S2 dan sudah pernah lulus S1. Tapi saat ini beliau sedang menyelesaikan double degreenya yang S1. Semoga semuanya dilancarkan oleh Allah SWT. 

Akupun bertanya tanya kok ga bosen sih belajar diperkuliahan lagi ? Membaca buku text pelajaran, kuliah, kemudian buat skripsi lagi dan ujian sidang.  Akhirnya karena penasaran aku coba search di internet. Waktu itu hasil pencarianku di google tentang kenapa suka belajar yaitu agar senantiasa bisa berada pada jalur on tracknya sehingga ia senantiasa untuk ingat akan visi misinya dan berusaha untuk terus meraihnya. 

Aku sempet tertarik untuk melanjutkan S2, dan niatku ini aku ceritain ke mama. Secara pribadi aku sebenarnya juga bingung mau lanjut kuliah S2 apa. S1ku prodi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sementara aku sudah memiliki pengalaman di dunia perbankan melayani nasabah, kemudian pindah instansi menjadi seorang sekretaris, di QA Standard (belajar standard atau legal), dan pengetahuan tentang kehalalan suatu produk, pernah belajar tentang support bisnis, dan saat ini pekerjaannku berkaitan dengan memanage sesuatu yang berkaitan dg objek dan atau sistem. Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Dari pengalaman inipun aku banyak belajar hal baru dan memperluas wawasanku. 

Waktu itu karena belum mengerucutnya passionku akan sebuah ilmu dan keinginan, aku sempet pengen kuliah S1 lagi jurusan PGSD. Kenapa ? Karena aku akan menjadi seorang ibu nantinya (inshaAllah) dan aku berharap ilmu yang aku dapat di kuliah tersebut bisa membantu aku untuk bisa mendidik anak anaku menjadi anak anak yang berkualitas. 

Mama pernah bilang ke aku, teteh kalau mau belajar sebenarnya bisa kapanpun dari manapun. Ga mesti kuliah lagi. Akhirnya tanpa sengaja aku menemukan sebuah informasi mengenai belajar online pranikah yang diselenggarakan oleh Deen Academy. Aku tertarik karena sebelum mengikuti kelas ini, kurikulum pembelajaran dan pematerinya disampaikan oleh orang orang yang kompeten dalam bidangnya. Dan kelasnya pun tidak menuntut fee yang sangat banyak serta online dan tidak menganggu waktu kerjaku. Apalagi kalau dibandingkan dengan pemateri pemateri yang kompeten, maka fee yang aku keluarkan untuk ikut kelas ini ga ada apa apanya. Maka dengan niat bismillah mau belajar dan cari ilmu aku ikut kelas pranikah ini. Alhamdulillah.

Selain termotivasi oleh seseorang yang senantiasa belajar di perkuliahan dan double degree di perkuliahan S1 dan S2nya, aku juga termotivasi oleh beberapa Quote dibawah ini.

Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan" (Shakuntala Devi). Kutipan ini persis seperti kata mamaku. Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan." 

Waktu mengikuti belajar online di sini aku bersyukur bisa ketemu orang baru, apalagi saat sesi pertanyaan dengan narasumber, ternyata banyak insight baru yang aku dapatkan mengenai konflik pernikahan dan manajemennya, mengenai kesehatan reproduksi wanita, menjaga berat badan ideal wanita ternyata penting untuk bayi atau saat proses melahirkan nanti, maupun concern terhadap gizi seperti yang disampaikan oleh dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG(K)-FER . Serta management keuangan di dalam keluarga, dan banyak hal lainnya. Semoga panitia Deen Academy dan narasumber yang telah memberikan ilmunya senantiasa diberkahi dan dirahmati oleh Allah. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Alhamdulillah selama 10 x pertemuan aku bisa belajar banyak hal di sini. Salah satu kata ustadz di Deen Academy Ustadz Hanan Yasir, M.A, beliau mengatakan bahwa yang membuat seseorang itu bisa langgeng rumah tangganya adalah jika suami dan istri senantiasa belajar dan menambah ilmu nya. Karena dengan ilmu ia akan paham mana yang menjadi hak kewajibannya di dalam rumah tangga. Dan dengan ilmu ia akan mampu untuk senantiasa memahami pasangannya.

Semoga aku senantiasa haus akan ilmu dan tidak pernah berhenti untuk belajar. Ya Allah semoga ilmu yang kudapat bisa bermanfaat dan bisa aku praktekkan.
Aamiin Ya Rabbal Alamin 

Terimakasih Panita Deen Academy. 
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا 

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🌻Timeline Kelas🌻
28 Maret 2023 - 11 Mei 2023 : pendaftaran
12 Mei 2023 - 24 Mei 2023 : pelaksanaan kelas
29 Mei 2023 - 2 Juni 2023 : ujian
Selanjutnya : pengisian kritik dan saran serta pembagian e-certicate

🌻Materi🌻
I.Fiqih Pernikahan I : Syarat, Rukun, Sunnah Pernikahan dan Kiat-kiat Memilih Jodoh Yang Ideal.
Ustadz Abu Umair, B.A., M.Pd

II.Fiqh Pernikahan II : Proses Ta'aruf, Nadzhor, Khitbah, dan Hak Kewajiban Pasutri.
Ustadz Abu Umair, B.A., M.Pd

III.Walimah Syar'i, Kendala, Solusi, dan Menyikapi Adat Pernikahan.
Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag

IV.Mental Health Premarriage and Post Marriage.
Dr. Trubus Raharjo, M.Psi., Psikolog

V.QnA Seputar Kesehatan Mental.
Kak Halfizh A., M.Psi., Psikolog

VI.Komunikasi dan Manajemen konflik keluarga.
Ustadz Hanan Yasir, M.A

VII.Screening Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin.
dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG(K)-FER

VII.Perencanaan Finansial Keluarga.
Ustadz Muhammad Abu Rivai, M.H

IX.Fiqih Perceraian dan Kewajiban nafkah.
Ustadz Mufy Hanif Thalib, Lc

X.QnA Session Seputar Pernikahan.
Ustadz Wira Mandiri Bachrun