Showing posts with label Learning. Show all posts
Showing posts with label Learning. Show all posts

Friday, April 21, 2023

Kunci berkomunikasi Suami - Istri oleh Ustad Salim Al Fillah

Komunikasi laki laki dan perempuan itu berbeda. Secara linguistik wanita itu lebih cerdas (lebih banyak bicara) dibandingkan dengan laki laki. Laki laki kalau ada masalah menyendiri, berkontemplasi. Sementara wanita jika sedang ada masalah, ia akan curhat agar dapat menenangkan hati. Wanita menyukai kalimat yang tidak langsung. Sementara pria tidak bisa menangkap maksud aslinya. Berbicara dengan pria harus secara detail agar laki laki bisa menangkap maksudnya dengan jelas. Saat berbicara dengan suami nantinya maka posisi wanita, merendahlah dg suami dan sembari tersenyum. Menyuruh laki-laki tidak bisa dengan mudah karena laki laki tidak bisa multitasking. Beda dengan wanita yang dapat multitasking. Bagaimana berbicara dengan laki-laki ? Buatlah dia relax terlebih dahulu, baru sampaikan maksudnya.

#learning
#tausiyah
#preparation

Source : Ust Salim Al Fillah
Photo : Nasi Sapi Lada Hitam 

Wednesday, April 19, 2023

Konsep Pernikahan oleh Ustadz Oemar Mitra

🍃Fondasi pernikahan itu adalah ibadah. Ulama menyampaikan bahwa cinta dan kasih sayang hanyalah bumbu. Jika pernikahan hanya didasarkan atas cinta, maka cinta itu bisa berubah. 

🍃Karena pernikahan niatnya ibadah kepada Allah SWT sehingga :
Pernikahan harus disertakan bersama Allah SWT, kalau pernikahan hanya merayakan perasaan cinta semata, maka cinta bisa berubah. Laki laki panjang logikanya, sementara perempuan panjang perasaannya. 

🍃Siapa yg menggenggam hati istri atau suami ? Yaitu Allah. Sehingga saat kita melibatkan Allah di dalam ibadah pernikahan, seketika cinta atau kasih sayang itu menipis maka Allah yg akan menebalkan.

Kenapa setelah akad nikah, suami membaca doa dengan meletakkan tangannya ke kepala istri, dan sholat sunnah secara bersama. Agar pernikahan kita harus dibantu oleh Allah SWT dengan cara melakukan berbagai ketaatan. Agar pernikahan yg dijalani menjadi Qurratu A'yun.

Tuesday, April 18, 2023

Tata Cara Nikah Syar'i oleh Ustad Muhammad Nuzul Dzikri


Akad Nikah yg ada di dalam syariah yaitu simple. Tata caranya adalah 

1. Semua unsur hadir (ada saksi, ada calon mempelai laki laki, ada wali). Yg perlu diperhatikan bahwa mempelai wanita tidak perlu dihadirkan, apalagi di tengah tengah forum, namun dijaga di tempat yg baik (tidak dipertontonkan). 

2. Acara dimulai dari khutbatun nikah. Khutbatun nikah berbeda dengan nasehat pernikahan. Yg terbaik untuk membaca khutbatun nikah adalah wali. Setelah itu wali mengucapkan "saya nikahkan anak saya dengan...." Dan dijawab oleh calon mempelai laki laki "saya terima nikahnya...". Setelah ijab qobul maka pernikahan sah. Apakah ceramah pernikahan boleh ? Ceramah pernikahan boleh dan ini beda dengan khutbatun nikah. Hukum asal akad nikah adalah muamalat itu penting.

3. Membaca Ijab Qabul tidak harus satu nafas yg penting maknanya dapat, maka ini sudah sah. Kalau nama ayah jika tidak complete disebutkan maka tidak apa apa.

Monday, April 17, 2023

Istri dalam Rumah Tangga oleh Ustad Oemar Mitra

🌸Istri dalam Rumah Tangga oleh Ustad Oemar Mitra🌸

1.Seorang wanita berubah posisinya di saat setelah menikah. Dimana sebelum menikah, selain Allah dan RasulNya yg wajib ia taati, kedua orang tua terutama Ibu wajib ditaati. Adapun setelah menikah posisi kedua orang tua berganti menjadi posisi suami. Keberkahan istri terletak pada keridhoan suaminya dan posisinya di hati suaminya. Puncak karir tertinggi dari seorang istri yaitu (1.) Ridho dari suaminya dan (2.) Berhasil mencetak generasi yg taat dan sholeh/sholehah.
Jihad tertinggi wanita yaitu keridhoan dari suaminya.

2.Dibalik punggung suami itu ada syurga untuk istri yg sholehah.

3.Medan jihad wanita itu ada di wajahnya. 
Kriteria wanita sholehah adalah apabila kamu memandangnya maka menenangkan hati (bukan wanita yg banyak puasa, banyak sedekahnya, meskipun ini juga penting). Namun yg menjadi kriteria wanita sholehah kata Rasulullah SAW, yaitu disaat kamu memandang wajahnya, maka menenangkan hati. Jihadnya wanita itu adalah dengan wajahnya. 
Satu senyuman wanita di pagi hari untuk suaminya, mampu memadamkan 1000 kemaksiatan di luar rumah dan sebaliknya 1 (wajah yg masam) seorang wanita terhadap suaminya di pagi hari bisa jadi menimbulkan 1000 kemaksiatan di luar rumah. Puncak karir tertinggi dari seorang istri adalah ridho suaminya. 

🌸Nasehat Umamah bin Al Harits kepada putrinya yg hendak menikah🌸
1.Taatlah pada suami 
2.Qonaah pada apa yg diberikan suami (selama itu halal) 
3.Jaga matanya supaya tdk melihat apa yg buruk yg ada di dirimu
4.Jaga telinganya supaya suami tdk mendengar sesuatu yg buruk tentang dirimu
5.Jaga makannya, jaga perutnya. Karena jika seorang laki laki lapar, maka bergejolak emosinya. Meskipun seorang istri tidak wajib memasak, tapi istri wajib melayani suami salah satunya dengan mencukupi kebutuhan makannya. 
6.Jaga tidurnya (cukup atau tidak tidurnya)
7.Cintailah keluarganya & muliakan keluarganya (siapapun yg telah mencintai keluarga suaminya, jika seribu wanita berjejer menggoda suaminya, dan suaminya tahu bahwa istrinya mencintai dan berkhidmat kepada keluarga suaminya, pesona istrinya tidak akan hilang dan suaminya tidak akan tergoda dengan wanita lain).
7.Jaga rahasianya 
8.Jagalah hartanya

Maka dengan menjaga hal di atas insyaAllah bisa mendapat ridho suami, dan keridhoaan Allah akan mendarat kepada wanita yg telah memetik keridhoan dari suaminya.

#belajar
#learning
#mynotes

Thursday, December 1, 2022

Resume Komunikasi Menyentuh Hati Pasutri By Ust Bendri Jaisyurrahman


Resume hari ini adalah dari hasil kajian online yang diselenggarakan oleh Uda Agus Ari (Belajar Ta'aruf), Akademi Pernikahan dan Elmina Hijab. Dengan Narasumber Ust Bendri Jaisyurrahman dengan tema Komunikasi Menyentuh Hati Pasutri. Jazakumullahu :)


Makanlah dari kamu sesuatu dari halal dan thoyyib. Kunci komunikasi yang baik untuk hubungan pasutri selain mempertimbangkan Halal maka perlu juga mempertimbangkan hal yang Thoyyib (baik). 


🌼Thoyyib di sini dibagi dalam 3 kategori 🌼


🌼I. Thoyyib yang berkaitan dengan adat (kearifan lokal) yg berlaku dengan contoh 

a.Permasalahan musik di dalam Islam masih menjadi perdebatan khilafiyah saat ini. Namun dalam konteks hubungan pasangan suami istri. Suami boleh menyanyi di hadapan istri dalam rangka menimbulkan cinta dan kasih sayang. 

b.Millad pernikahan boleh dalam rangka memperkuat hubungan cinta kasih.

c.Mengetahui kebiasaan pasangan, apa  misalnya makan yang disukai maupun yang tidak disukai.

Contoh berkaitan dengan makanan. Istri sedang memasak udang, sementara suami alergi dengan udang. Hal ini jika dibiarkan bisa menyebabkan permasalahan kedepannya yang kelak akan jadi penyakit.

Hal ini dapat menjadi dasar tumbuhnya cinta. Apa yang disuka oleh pasangan mesti diketahui oleh pasangan. 


🌼II.Thoyyib yang kedua berkaitan dengan sesuatu yang menjadi fitrah laki laki dan fitrah perempuan.

a.Sifat dasar perempuan : 

1.Baper (ini menjadi manfaat bagi kecerdasan emosional untuk anak).

2.Suka berhias (ada di dalam Surah Az Zukhruf)

3.Jika berdebat alasannya sering tidak logis


b.Sifat Dasar Laki Laki

1.Jika berbicara singkat dan padat 


🌼III. Thoyyib dari sisi Pola Asuh yang melekat pada pasangan dengan contoh 

a.Makanan yang disukai pasangan

b.Film yang disukai pasangan

c.Jika pasangan dibesarkan dari disiplin maka hargai kedisiplinannya.

d.Mengetahui Tabiat Dasar Pasangan


Referensi ayat

An Nisa 19

Ar Ruum ayat 21


Rohmah yaitu sebuah cinta yang membuat seseorang bisa mencintai kekurangan pasangan (I Love You The Way You Are).

Mencari tau puncak dari mawaddah.


🌼Kesimpulan🌼 

Karena menikah adalah ibadah. Jika senang disyukuri, jika tidak disabari. 




Wednesday, April 24, 2019

Analisis Kisah Nabi Yusuf

Thank You. I read and take this article from.

Journal of Arabic Studies, 1 (2), 2016, 75-89
ANALISIS KISAH NABI YUSUF DALAM AL-QURAN MELALUI
PENDEKATAN INTERDISIPLINER PSIKOLOGI SASTRA
by Hanik Mahliatussikah/Universitas Negeri Malang.


This story was begun with the dream of Yusuf, sunk into the well, sold to Egyptian merchant, flirted by the wife of his merchant, found by his family, and the lessons of his story.

Nabi Yusuf seorang yang berbakti kepada Allah dan ayahnya, menyayangi saudaranya, dan selalu menjaga diri dari perbuatan mungkar, serta selalu menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Ia mendapatkan pahala berupa kedudukan mulia dalam pemerintahan di Mesir. Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan yang berlipat, sedangkan perbuatan jahat dibalas dengan semisalnya.

Dalam Islam juga dikenal 3 tingkatan nafsu, yaitu :
(1.)an-nafs al-ammârah - nafsu yang selalu mendorong pemiliknya kepada perbuatan yang buruk.
(2.)an-nafs al-lawwâmah - nafsu yang selalu mengecam pemiliknya setiap kali berbuat kesalahan, sehingga timbul penyesalan dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan.
(3.) an-nafs al-muthma`innah - adalah jiwa yang tenang karena selalu mengingat Allah dan jauh dari segala pelanggaran dan dosa.


Superego merupakan sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang sifatnya evaluatif. Fungsi utama superego adalah :
(a) pengendali dorongan-dorongan naluri id agar disalurkan dalambentuk yang bisa diterima di masyarakat,
(b) mengarahkan ego pada tujuantujuan yang sesuai dengan moral dibanding dengan kenyataan,
(c) mendorong individu kepada kesempurnaan (Koswara, 1991: 34-35).
Id, ego, dan superego itu hendaknya berjalan seimbang. Jika tidak, akan menimbulkan neurosis dalam diri manusia.

Kisah Nabi Yusuf terdiri atas 10 episode, yaitu :
(1.)mimpi Nabi Yusuf,
(2.)Nabi Yusuf disingkirkan saudaranya,
(3.)Nabi Yusuf dijual kepada orang Mesir,
(4.)rayuan istri orang kepada Nabi Yusuf,
(5.)jamuan makan,
(6.)dalam penjara,
(7.)mimpi raja
(8.)kebebasan Nabi Yusuf,
(9.)Nabi Yusuf menjadi pejabat pemerintah,
(10.)pertemuan dengan keluarga, dan i’tibar dari kisah Nabi Yusuf.

Umumnya, seorang anak kecil yang diletakkan dalam sumur dalam keadaan tak berbaju lalu ditinggalkan saudaranya, pastilah ada rasa takut, cemas, khawatir yang dikejawantahkan melalui tangisan dan jeritan. Tetapi Nabi Yusuf tidak demikian. Ia terhibur dengan makna mimpi yang diceritakan sang ayah. Apalagi, ia mendapat wahyu ketika berada di sumur itu bahwa ia tidak perlu khawatir dan pasti Allah akan menyelamatkannya. Suatu ketika, ia akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka (QS.12: 15). Jiwa yang pasrah dan tawakkal serta keimanan yang penuh kepada Dzat tertinggi Yang Maha menolong mengakibatkan jiwa Nabi Yusuf menjadi tenang.

Berdasarkan teori psikologi perkembangan, dinyatakan bahwa anak usia 8 -10 tahun berada dalam tahapan katarsis emosional. Ia mampu memanfaatkan emosi, mengontrol emosi, mengendalikan emosi dalam rangka pencarian identitas diri. Pencarian jati diri itu dimulai dengan sikap menyembunyikan emosi, meninggalkan emosi, dan penyesuaian emosi dengan situasi. Emosi pada masa ini sudah mencapai taraf keseimbangan (Baraja, 2008: 144-146). Pada usia 10-13 tahun anak berada dalam tahapan motivasional, yakni seorang anak memiliki harapan untuk dapat mencapai sesuatu yang diinginkan. Pada masa ini anak akan melanjutkan pencarian jati diri melalui penggunaan kemampuan kognitif, afektif, dan kemampuan fisik (Baraja, 2008: 148-151). Jika Nabi Yusuf pada waktu dimasukkan ke dalam sumur berada dalam usia sebagaimana tersebut, berarti emosi Nabi Yusuf ketika menghadapi perilaku para saudaranya secara psikologis sudah bisa dikendalikan dan tertata.

Sikap membohongi orang tua dengan sedih dan menangis yang dilakukan oleh para saudara Nabi Yusuf menunjukkan bahwa kebohongannya tidak ingin diketahui sang ayah. Karena itu, mereka berusaha menutupi dengan membawa bukti baju Nabi Yusuf yang berlumuran darah. Jiwa Nabi Ya’kub yang berduka itu kemudian terobati dengan sikap bersabar dan berserah diri kepada Allah (QS.12: 18).

Tujuan kesabaran itu adalah untuk menjaga keseimbangan emosi agar hidup tetap stabil. Sabar bukan berarti tidak bertindak, tetapi ia ibarat benteng pada saat menghadapi musuh yang kuat. Dari dalam benteng, seseorang mempersiapkan diri kemudian terjun menghalau musuh sekuat kemampuan (Qurays Shihab, 2002: 400).

Dalam teori psikologi, kekuasaan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan (needs) adalah keadaan yang menimbulkan motivasi. Maslow membagi kebutuhan menjadi lima tingkat :
(1) kebutuhan biologis,
(2) kebutuhan rasa aman, terhindar dari kecemasan dan ketakutan,
(3) kebutuhan sosial (mencintai dan dicintai),
(4) kebutuhan-kebutuhan harga diri, dan
(5) kebutuhan aktualisasi diri.

Adapun McCleland berpendapat bahwa setiap orang memiliki tiga jenis kebutuhan dasar :
(1) kebutuhan akan kekuasaan, yaitu keinginan untuk mempengaruhi orang lain,
(2) kebutuhan untuk berafiliasi, yaitu kebutuhan untuk memiliki teman, menjalin persahabatan,
(3) kebutuhan berprestasi, yaitu kebutuhan untuk berhasil dalam tugastugas, nilai akademik yang baik.

Nabi Yusuf dipertemukan dengan keluarganya (Qs.12:58-61). Para saudara Nabi Yusuf yang datang padanya untuk mengambil jatah bahan makanan yang dibagikan kepada penduduk Mesir dan sekitarnya. Rasa rindu Yusuf kepada Benyamin dan ayahnya yang telah terpendam lama, mendapatkan kesempatan untuk bertemu. Pertemuan dengan saudara ini dalam teori kebutuhan termasuk kebutuhan sosial.

Kisah Nabi Yusuf memberikan pelajaran bagaimana seseorang yang harus tetap teguh pada keimanan dan prinsip-prinsip Islam meskipun menghadapi berbagai ujian dan cobaan hidup yang silih berganti. Kesabaran dan tidak putus asa serta bertawakkal akan membuahkan kesuksesan.

Kejujuran akan membawa manusia pada derajat yang tinggi. Rasa takut kepada Allah dan selalu merasa dalam pengawasan Allah telah membuat manusia terhindar dari perbuatan keji. Allah akan selalu menolong hambanya yang selalu berdoa, baik di kala sempit maupun di kala lapang.

Melalui kisah ini, terdapat pelajaran bagi umat manusia untuk selalu menuntut ilmu dan berbuat baik dan menebarkan kebaikan serta menjadi pemaaf bagi para pendengki.

Ia menjaga kehormatannya dan rela berkorban demi menegakkan kebenaran. Akibat sikapnya itu dan disertai dengan ketinggian ilmu, ia mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah dan masyarakatnya.

“Dan raja berkata: ‘Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku.’ Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata: ‘Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.’ (QS. 12:54) Berkata Yusuf. ‘Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.’ (QS. 12:55)” (Yusuf: 54-55)