Tuesday, August 21, 2012

Sukses versi Anne Ahira

Success Tips #1:

Dewy,
Pikir itu pelita hati...
sukses, keunggulan, dan kelebihan
itu milik semua orang...
yang mau berusaha!
Pelita harus dinyalakan, baru akan
terang.  Ada pepatah mengatakan:
'Nyalakanlah pelitamu di tempat
yang gelap dan tinggi, agar bisa
menerangi semua sudut dan segi, tak
hanya untuk diri sendiri, tapi juga
untuk semua orang yang belum
menemui jati diri.
'
Semoga Newsletter ini dapat menjadi
PELITA yang bisa menerangi hidup kita
untuk menjadi lebih santun, rukun,
dan bahagia. Agar pikiran, ucapan,
dan perbuatan kita selalu terang.
Hidup lebih bermakna dan berguna
bagi sesama
.


Success Tips #2:
Untuk temanku:
Dewy, insan manusia yang luar biasa...
Ketika pikiran kita terfokus pada
sebuah tujuan, maka secara otomatis
akan tercipta sebuah komitmen.
Dan komitmen biasanya ditentukan oleh
karakter.
Orang yang telah mengenali
karakternya biasanya akan melakukan
hal-hal yang sesuai dengan dirinya,
yaitu memanfaatkan kemampuan yang
dimilikinya secara efektif, dan unik!
Kita tahu, setiap manusia memiliki
DNA yang berbeda. Nah, kita harus
bisa menempatkan keunikan yang
ada agar menjadi nilai tambah bagi
kita. Hindari membuat keunikan yang
ada menjadi keanehan pada diri kita,
yang bisa membuat kita tampak konyol
dan tidak simpatik.
Sebagai contoh, ada seorang laki-laki
penggemar Lady Gaga. Dia berusaha
berbicara, berjalan, dan
berpenampilan seperti Lady Gaga. Eh,
yang ada malah dia kelihatan jadi
gaga-gugu. :-)
Dewy, jika engkau ingin menjadi orang
hebat dan mencapai yang tertinggi,
milikilah sifat unik yang tidak
dibuat-buat. Jadilah dirimu sendiri!

 
http://www.AnneAhira.com/anne-ahira.htm

Friday, August 17, 2012

Perjuangan untuk mencapai titik tertinggi


Perjuangan untuk mencapai titik tertinggi

Terkadang kita sulit untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah,
Terkadang kita tak tahu arah
Terkadang kita hanya disibukkan oleh perkerjaan duniawi  tanpa mengingat akhirat
Terkadang kita haus akan kekuasaan
Terkadang hidup ini terasa indah tapi juga kadang pahit
Saat ini sulit untuk menentukan mana yang benar atau salah
Saat ini sulit untuk melihat ada di pilihan mana kita ?..pusing memikirkan dunia...
Kalau boleh memilih hidup, mungkin aku akan langsung memilih masuk ke dalam syurga saja, tapi sayangnya syurga tak hanya bisa dimasuki begitu saja tanpa sebuah proses yang panjang..
Syurga adalah sebuah medali puncak tertinggi kehidupan yang diberikan Allah, ibarat kita mau mendaki sebuah gunung yang tinggi saat  berada di atasnya akan timbul sebuah rasa kepuasan diri dan kenyamanan karena dari puncak ini mampu melihat luasnya pemandangan alam dan kenikmatan berada di ketinggian namun untuk mendaki ke sana cobaan dan rintangan akan selalu menghadang seperti angin topan badai yang begitu kuat selama berhari hari bahkan bahkan berminggu minggu, tak banyak dari mereka yang mampu sampai ke puncak jika tanpa persiapan dan usaha yang maksimal. Ada juga dari mereka yang belum sampai ke puncak lalu turun lagi ke kaki gunung dalam keadaan yang mengenaskan, namun ada juga dari mereka sampai dengan selamat hingga ke puncak dengan usaha dan kesabaran untuk  melewatinya.
Itulah perjuangan...perjuangan untuk mendapatkan tempat yang terindah di dunia ini,,perjuangan untuk bisa merasakan dekatnya diri kita dengan alam semesta ciptaanNya, pasti akan sangat berbeda rasanya jika pengalaman itu disampakan melalui orang lain dibanding pengalaman yang dialami sendiri

Thursday, August 9, 2012

Cerpen Sederhana



Cerpen Sederhana
30 Juli 2010
“Rasanya berbeda dibanding hari hari sebelumnya,biasanya wajah itu selalu tersenyum walau hanya sedikit ,namun tadi pagi senyuman itu tak tampak lagi di wajahnya.Kenapa ya?Apakah beliau juga bisa merasa bahwa ia penah dijadikan bahan omongan”?  
“Huuhhh, tadi pagipun  juga sebel aku ,dia yang minjam dia yang ga bilang makasih,apaan tuhhhh!!!Udah gitu kalo minjam kaya bos lagi mulangin juga kaya bos padahal yang punya juga bukan dia”.Sebel aku..
Itulah uneg uneg yang dirasa oleh Fita pagi ini,uneg uneg yang ia lontarkan sendiri sembari menggosok baju keluarganya di rumah.Ia merasa seperti itu karena tak terbiasa diperlakukan oleh sikap yang agak unfimiliar oleh tetangga sebelah rumahnya.Namun tanpa ia sadari, abangnya mendengar gerutuan Fita.
“Kenapa fit?Dari tadi abang denger kamu nyeloteh sendiri aja? Ga ada siapa siapa kok ngomong sendiri? Ga ada acara gosip ataupun film telenovela eh marah marah sendiri? Sebenernya siapa sih yang kamu keselin?Coba cerita, mana tau abang bisa kasih solusi ke kamu.
“Huuuuh ,abg ga perlu tau, biar Fita pendam sendiri aja ntar kalo Fita cerita ntar abg malah belain dia lagi!Males ah, biar kesel sendiri aja”.Emang kenapa kalo Fita ngoceh sendiri ,ngomong sendiri?

Dengan sabar abangnya pun menjawab “Ya udah deh,tapi kalo kamu udah ga tahan sama yang dipendam di hati itu cerita ke abang aja ya dek,abang mau pergi ke warung dulu nyari sabun”.
Abangnya tau pasti adiknya adalah tipe orang yang temperamental ,kalo lagi marah ga bisa didekettin ,kalau didekettin nanti malah tambah meledak.Bisa nambah brabe…
Namun di satu sisi sebenarnya si Fita tidak menyadari bahwa hal itu akan membuat sakit dirinya.
Duh kok kepalaku pusing Ya?Makan udah,minum susu udah,sholat udah tadi,apa yang kurang yach,ah aku coba istirhat sebentar di sofa mudah mudahhan agak sedikit mereda.
Di malam harinya, ia menonton siaran televisi yang betemakan “menjaga hati”,walau masih dengan kondisi sebel yang agak berkurang, ia dipaksa oleh abangnya untuk menemaninya nonton sebentar saja di ruangan keluarga itu.
“Fit,sini deh ada tayangan bagus di TV ni ituloh motivator sekaligus triner yang kamu suka.”
“Ga ah  bang , aku mau tidur bentar kepalaku agak sakit dan nyutnya ga hilang hilang dari tadi pagi bang”.
“Iya ,tapi di sini aja istirahatnya, sekalian nemenin abang nonton TV ga rame kalo nonton sendiri.Biasanya abang nonton bareng sama kamu juga kan”?
Dengan kaki yang agak sempoyongan ia mau menuruti ajakan abanganya walau  masih agak pusing, tapi lambat laun Fita mau mendengar tayangan yang bermanfaat ini.Karena mendengar dan menonton dengan penuh kekhusyukkan, ia mulai tersentuh hatinya oleh respon dari para peserta yang hadir,tak terasa ia mulai haru dan mencocokkan apa yang ia tonton dengan kejadian yang ia alami.Air matapun mulai menetes,dan ia menutup mukanya dengan bantal.
 “Fita?Kamu kenapa?Kepalanya tambah sakit ya?Yuk kita berobat ke dokter aja,biar dikasih obat”!
“Ga bang kepala Fita ga tambah sakit cuma Fita baru sadar sekarang kenapa kepala Fita sakit,seperti yang sudah dikatakan oleh trainer tadi penyebab dari kita banyak penyakit di dalam tubuh ini adalah bukan karena kita kekurangan gizi atau makanan sekalipun melainkan karena sesuatu yang kita pendam yang sifatnya negatif dan tidak baik.Dan ternyata Fita paham bg, seharian ini Fita mendam sesuatu yang udah kelewat batas.Fita sudah berprasangka yang ga ga sama tetangga sebelah,menggerutu sendiri,ngomel sendiri,sebel sendiri padahal Fita ga tau sebab tetangga sebelah ngelakuin kaya gitu ke Fita.Dan juga selama ini ibu itu juga sudah berbuat baik untuk keluarga kita.Jengukin mama waktu di rawat di rumah sakit,mobilnya kita pinjam untuk nganterin mama.Dan keluarganya dengan senang hati langsung menyuruh kita untuk pakai saja mobil itu.Tapi giliran kemaren ibu itu minjam sesuatu ke Fita,Fita pinjamin dan waktu ibu itu balikin tanpa  bilang makasih ditambah ucapannya agak sewot gitu Fita langsung sakit hati dan mikir yang ga ga….hikkss….Fita nyesel bg”.
“Ohh,jadi itu alasan kamu marah tadi pagi.Ya sudah sekarang yang terpenting abang senang kamu sudah menyadari kesalahan yang kamu buat sendiri.Dan kamu sekarang juga sudah tahu kan ga ada manfaatnya kalau masalah itu kita pendam sendiri?Justru menjadi penyakit di diri kita.Setelah ini kamu sholat dan mohon ampun kepada Allah ya dek”.
“Iya bang.Fita mau minta maaf juga sama abang karena tadi pagi udah ngomong yang ketus ke abang”.
“Iya dek udah abang maafin,tenang aja.Yuk sholat jamaah”.
“ Astagfirullahhh.Jikalau kami dari dua belah pihak ini  memang salah, ampuni kami Ya Rabb…”
”Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”.(QS Asy Syuura 42 : 43)
Sebuah pelajaran bermanfaat untuk kita semua bahwa ternyata tidak hanya yang tua, yang ingin dihargai ternyata  yang muda pun butuh dihargai, tidak hanya orang yang sudah berumah tangga, yang muda juga butuh dihormati, walaupun kita sudah bertetangga lama,berkerabat lama ataupun berteman lama namun hal ini jangan dilupakan karena fitrah kita sebagai manusia biasa,tentunya selalu ingin dihargai dan dihormati.Karena hal ini mencirikan kita orangnya seperti apa dan bagaimana.
”Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang”.(QS Al Balad 90 : 17)
Inilah hablumminannas,sungguh Allah itu Maha tahu setiap hambaNya.Selain Ia juga mengajarkan kita bagaimana hablumminallah,Allah juga mengajarkan kita untuk bisa berinteraksi dan menjaga adab yang baik dalam beurusan terhadap sesama manusia.Karena Allahlah yang menciptakan kita ,Ia tahu bagimana saja sifat hambaNya,cenderung ingin dipuji ,ingin dihargai dan ingin dihormati.Ya tidaklah salah hal ini ada, karena Allahlah yang meniupkan sebagian dari siat sifat mulia milikNya ke dalam hati setiap manusia.
Ketika kita diperlakukan tidak sewajarnya,wajar kita merasakan hal yang tidak enak dalam hati kita,karena disitulah suara hati kita memanggil.Namun bukan berarti ketika kita merasakan hal yang demikian atau tidak enak dalam hati, kita langsung mengeluarkan rasa marah dan jengkel,perlu dipikir dulu mungkin beliau yang memperlakukan hal yang tidak enak itu sedang lupa atau banyak masalah berat yang sedang dipikirkan di dalam kelurganya.Bukankah seperti itu yang diajarkan Allah beserta RasulNya untuk kita? Jadi gunakan suara hati yang lain agar kita tidak terpedaya oleh godaan syetan yang terkutuk.
 ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”.(QS Al Hujurat 49 : 12)

Masalah Klasik dan Ujian Akhir


Masalah Klasik dan Ujian Akhir
Baru merefreshingkan diri sehabis UAS (Ujian Akhir Sekolah) selama 5 hari, selang beberapa hari ke depan siswa dan siswi SMP kelas tiga harus menghadapi ujian baru lagi yaitu (UAN) Ujian Akhir Nasional.Baik UAS maupun UAN sama sama menjadi prasyarat kelulusan untuk menuju tingkat sekolah yang lebih tinggi lagi.Hari itu di dalam sebuah ruangan ujian,para peserta ujian dengan perasaan yang serba serbi memulai membuka lembaran soal serta mempersiapkan segala alat tulis yang dibutuhkan untuk persiapan ujian.Perasaan warna warni menghampiri setiap diri peserta ujian.Bagi yang belajarnya sudah cukup sebagai bekal mungkin tidak lebih deg deggan dibandingkan teman teman mereka yang hanya mengharapkan kunci jawaban atau kerjasama dari teman teman sekelas.Terlebih lagi yang sangat membuat tegang adalah pengawas ujiannya bukanlah guru yang mengajar di sekolah bersangkungtan,apalagi ditambah dengan model soal yang berbeda beda letak nomornya,kalau istilah yang digunakan sekarang soal ujiannya ada lima paket,namun dasarnya soal antara satu peserta dengan peserta lain tetap sama hanya nomornya saja yang ditukar tukar atau urutan nomor soal tersebut terbagi atas lima macam soal yang disusun berbeda.
Saat mengisi biodata belum dirasakan sebuah kecemasan dan kesulitan dalam pengisian lembar jawaban.Sistematisnya, dalam mengerjakan soal ujian hendaklah lebih dulu mengerjakan soal yang dirasa mudah agar tidak kehabisan waktu.Saat soal soal yang dirasa mudah telah selesai dikerjakan.Ketika mulai melirik soal yang dirasa sangat sulit muncul sebuah keinginan bekerjasama dengan teman sebelah,tapi pertanyaanya kan soalnya berbeda beda?Pertanyaan ini bisa dijawab dengan mudah dan aplikatif bagi peserta ujian,”tinggal mencocokkan saja nomornya”,”lho nanti kan ketahuan sama pengawas”?Bisa bisa ga ikut ujian dan ga lulus nanti?Padahal nilai dari UAN ini diambil sekitar 60% dari totalnya,sementara yang 40% merupakan penilaian dari semester 1 sampai semester akhir sekolah.Namun ternyata,apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan,bu guru pengawas seakan akan memberikan izin kepada siswa dan siswi yang sedang ikut ujian secara legal dengan sebuah syarat,setiap peserta ujian diharapkan untuk menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan suara yang berisik sampai keluar,cukup di dalam kelas ini saja.
Ilustrasi di atas sebuah gambaran sederhana yang nyata dari situasi saat UAN lalu dari beberapa buah sekolah di Padang ini,apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan.Niat pemerintah yang dasarnya baik yaitu ingin melahirkan generasi muda yang cerdas dan memiliki kompetensi ternyata disalah artikan oleh yang menjalankan sistem.Sebuah aturan dibuat pada dasarnya bukanlah untuk dilanggar.Dan sebuah keputusan dibuat tidak hanya diambil dan ditetapkan begitu saja,banyak pertimbangan pertimbangan matang yang telah dipikirkan oleh pelaku pemerintah untuk menghasilkan sebuah keputusan itu agar bisa menjadi manfaat bagi masyarakat.Terlebih keputusan itu adalah untuk generasi muda yang kedepannya akan menjadi pilar pembangun bangsa ini.
Dari tahun ke tahun masalah  tentang bekerja sama dan mencari kunci jawaban untuk Ujian Akhir Nasional merupakan sebuah masalah klasik yang sepertinya sangat sulit untuk diatasi.Sehingga pemerintah mulai merubah sistem Ujian Nasional itu sendiri,jika dibandingkan antara tahun ini dengan lebih kurang dengan lima tahun yang lalu,dari segi soal,anatara satu peserta dengan peserta lainnya masih bisa mendapatkan soal yang sama (satu paket),kemudian dari segi pengawas,pengawasnya tetaplah guru di sekolah yang bersangkutan.Namun saat ini,di satu sisi ada sebuah kemajuan yang lebih baik yaitu lebih mengketatkan sistem Ujian Nasional dengan cara,membuat soal sebanyak lima paket  seperti ilustrasi di atas,dan dari pengawasnya bukanlah guru yang mengajar di sekolah berasangkutan.Namun dengan sistem yang sudah diperketat  seperti ini ternyata masih ada saja luang untuk bekerja sama antara peserta ujian karena pengawasnyalah yang mengizinkan.
Ironi memang,melihat yang terjadi di lapangan,tidak semua yang menjalankan sistem bisa menjalankan apa yang di dalam sistem itu dengan baik.Jika hanya mengandalkan pemerintah tanpa adanya dukungan dari orang orang yang menjalankannya secara langsung maka sia sia rasanya peraturan itu dibuat khususnya Ujian Akhir Nasional dilaksanakan, yang ada hanyalah menciptakan budaya bagi anak bangsa ini untuk tidak percaya diri dan menjadi pemalas bahkan selalu bergantung kepada yang lain.Padahal merekalah para pemuda yang menjadi generasi penerus di masa depan.Dan yang lebih penting lagi ketika dari kecil sudah terbiasa untuk melakukan hal tersebut maka akan terbawa terus sampai ke jenjang pendidikan yang lebih  tinggi.Karena sebuah kebiasaan akan sulit untuk mengubahnya.Wajar jika bangsa ini selalu tertinggal dengan bangsa maju lainnya.
Dan yang paling terpenting kalau memang Ujian Akhir Nasional tiada dirasa manfaatnya bahkan jika ditimbang timbang lebih banyak menimbulkan kecurangan baik secara diam diam ataupun terang teranggan,lebih baik Ujian Akhir Nasioanal  dihapuskan.Karena kecurangan merupakan awal dari timbulnya sebuah mental yang korup.Wallahualam.
Dewy Sartieka
Mhs S1 Hubungan Internasional,
Universitas Andalas Padang


  

Thursday, April 26, 2012

Galaunya versi “Mahasiswa Tahun Akhir”



Segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, akan selalu ada yang namanya pergantian dan silih berganti, apakah itu pergantian dari siang ke malam, dari hujan ke panas, dari muda menjadi tua hingga dari mahasiswa baru menjadi mahasiswa akhir. Setiap tahunnya bagi universitas universitas besar yang selalu kebanjiran mahasiswa baru pastinya juga akan kebanjiran untuk mewisudakan mahasiswa lamanya yang akan menjadi sosok wisudawan atau wisudawati dan menyandang gelar sarjana dan biasanya dilakukan dalam rentang waktu yang berbeda beda. Sebuah gelar yang tentunya sangat diidam idamkan dan menjadi impian bagi sekelompok orang yang menyandang status sebagai mahasiswa. Secara sosial gelar ini membawa ke dalam sebuah prestasi dan kepuasan tersendiri, karena memang untuk mendapatkan gelar seperti ini butuh perjuangan yang tidak hanya sekedar namun ekstra agar bisa tercapai.
Ekstra, karena rata rata dari  universitas yang ada di kota Padang bahkan di seluruh Indonesia, salah satu  prasayarat untuk menyandang gelar sarjana dan lulus adalah harus menghasilkan sebuah karya ilmiah yang sering disebut skripsi atau tugas akhir. Sementara untuk membuat yang namanya tugas akhir tidaklah seperti copi paste dari blog atau hanya menyalin referensi ilmiah yang sudah ada, namun benar benar membuat sebuah karya berdasarkan metode metode ilmiah serta menerapkan konsep konsep hingga melakukan penelitian.  
Masa empat tahun menyandang status sebagai mahasiswa, merupakan masa masa tahun akhir  di mana pada masa ini mahasiswa akan disibukkan oleh yang namanya tugas akhir, namun tak jarang juga sudah ada yang memulai untuk menyusun di semester 6, ada yang memulai di semester 7, bahkan ada juga yang baru mulai di semester 9 atau 10, rentang waktu yang memang berbeda dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang memang memilih mana yang dijadikan sebagai prioritasnya.
Banyak di antara mahasiswa tahun akhir dalam proses bimbingan yang terkadang berhenti  di tengah jalan. Idealnya sebuah skripsi itu bisa selesai dalam waktu tiga bulan jika intens pengerjaan dan bimbingannya, namun ternyata ada yang melebihi batas waktu tiga bulan bahkan ada yang mencapai satu tahun dalam pengerjaannya. Sungguh benar benar merupakan perjuangan yang menuntut banyak energi ekstra untuk melakukannya. Dimulai dari menunggu dosen pembimbing untuk bimbingan, bahkan ketika sudah membuat janji pun ternyata menunggu selama 2 minggu bahkan satu bulan karena kesibukan yang luar biasa yang dimiliki oleh dosen yang bersangkutan. Sebuah konsekuensi yang memang harus dijalani oleh mahasiswa jika mendapatkan dosen yang demikian, maka tak heran banyak yang menumpahkan air mata, pun ketika setelah keluar dari ruangan konsultasi bersama dosen pembimbing langsung merasakan lemas badan, wajah, tangan dan kaki seakan akan mendapatkan sentruman listrik yang tegangannya luar biasa yang efeknya bisa melemaskan saraf di seluruh badan, bahkan untuk jalanpun sempoyongan.
Ada lagi tipe mahasiswa yang biasa biasa saja, yang sebelum dan sesudah masuk dari ruangan konsultasi mengeskpresikan kedataran wajah alias bingung, karena si mahasiswa segan pada si dosen untuk bertanya dan sudah ciut nyali duluan jika terlalu banyak bertanya nanti kena semprot.
Ada lagi tipe mahasiswa bimbingan yang setelah keluar dari ruangan konsultasi bersama dosen pembimbing merasakan kepuasan tersendiri setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing karena merasa kebingungannya dalam menulis terobati ketika curhat dengan si dosen.
Yah begitulah lika liku dan karakter perjalanan yang ditempuh dan memang harus dilewati oleh mahasiswa yang ingin menuntaskan perjalanan akhirnya sebagai seorang mahasiswa. Bahkan dalam membuat tugas akhir ini tak jarang dari mahasiswa yang belum selesai perang sudah gugur di tengah jalan, mudah mudahhan kita tidak menjadi bagian yang gugur sebelum semuanya selesai, amin.
Sebuah kata bijak yang bisa dikaitkan di sini adalah berlelah lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah berjuang. Jadi anggaplah semua proses bimbingan yang dimulai dari awal mulai dari ditolaknya judul bahkan harus diganti dua puluh kalipun, kemudian dirombak dari pendahuluan hingga sistematika penelitian, serta harus menghadapai wejangan sakti dari dosen, maka “It’s OK”, itu adalah sebuah perjuangan untuk meraih manisnya status diri sebagai mahasiswa, mau kena pembentukan karakter diri oleh dosen sekalipun, mau hasil pemikiran karya kita ditolak, dan lain lainnya yang terpenting dari semua itu adalah kita mendapatkan arahan dan masukan terbaik dari dosen paling baik karena mau mencurahkan waktunya untuk perbaikan skripsi kita.
Selain itu kembali mengintropeksi diri sendiri apakah diri kita sudah sungguh sungguh dalam pengerjannya  karena Albert Einsten yang pintar sekalipun  dalam percobaannya untuk membuat lampu  pada percobaan ke seratus baru ia  mendapatkan pengakuan atas karya yang dia ciptakan, dan dia tidak pernah menyerah dan terus berusaha untuk menciptakan dan memperbaiki karya karyanya. Begitu juga dengan diri kita yang sedang disibukkan dalam proses pembuatan skripsi. Tidak ada manusia yang bodoh di dunia ini, yang ada hanya manusia yang malas berusaha, asalkan berusaha dan bisa mendisiplinkan diri untuk belajar teratur serta menambah kahasanah pengetahuan yang mendukung ke sana, maka insyallah bisa. Seorang sahabat pernah berkata otak manusia itu lebih canggih dibanding komputer. Jadi jangan mau kalah dengan komputer yang diciptakan oleh manusia, selama ini mungkin kita menggantungkan diri pada komputer tapi ternyata komputerlah yang bergantung pada manusia karena manusialah yang menciptakan komputer karena kecanggihan otak manusia itu tadi. Semakin diasah, dia semakin tajam dan canggih, semakin diajak untuk berfikir dan membaca maka ia semakin dirangsang untuk lebih menemukan ide ide baru. Semoga dengan tulisan sederhana ini bisa mengobati kegalauan versi mahasiswa tahun akhir  ^_^. Manjaddawajada.

Wednesday, April 25, 2012

Dua jalan menuju Pengetahuan


Dua jalan menuju Pengetahuan[1]
Hubungan Internasional sebagai bidang ilmu tersendiri lahir setelah Perang Dunia I. Dalam perkembangannya selama lebih dari ¾ abad ini, secara garis besar terdapat dua pendekatan akademis untuk mempelajarinya yaitu pendekatan tradisionalis dan pendekatan saintifik.
Pendekatan tradisionalis menurut Charles A. McClelland, pada waktu itu berkembang pendapat bahwa studi hubungan internasional menuntut kemampuan intelektusl yang begitu banyak sehingga hal ini hanya dimungkinkan dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana yang matang dan betul betul terlatih. Terdapat beberapa alasan :
1.Seorang yang mempelajari studi hubungan internasional harus memiliki dasar pengetahuan yang kuat tentang sejarah berbagai negara serta pemahaman atas bahasa di berbagai negara tersebut agar bisa memahami gagasan dan perasaan suatu bangsa. 
 2. Untuk dapat memperolehnya maka harus memiliki pengalaman minimal menetap atau melakukan penelitian di negara tersebut. 
 3.  Pengetahuan yang mendalam hanya bisa didapat dalam ruang lingkup yang terbatas yaitu menelaah kasus kasus secara seksama dan mendalam, misalnya studi kasus politik luar negeri Indonesia di masa Demokrasi Terpimpin.
Ilmuwan yang menggunakan pendekatan (wisdom outlook) ini seperti Hans J Morgenthau, Henry Kisinger, atau Hedley Bull melakukan perenungan atas pengalaman pribadi dan studi sejarah untuk mendapatkan pengetahuan dalam studi hubungan internasional. Dan hasil studinya merupakan suatu “pemahaman” yang tidak sepenuhnya ‘intuitif’ tapi lebih merupakan pemberian makna umum pada suatu fakta khusus. Menurut pendekatan ini pengetahuan tentang hubungan internasional tidak bisa diperoleh dengan jalan pintas melainkan diperoleh dengan cara pengalaman praktis dan studi masa lalu agar pengetahuan tersebut bisa diterapkan ke fakta dan situasi masa kini.
Sementara pendekatan saintifik didasarkan pada keyakinan bahwa banyak hal baru dalam perilaku internasional yang perlu dipelajari dan bahwa bisa melakukan penemuan tentang arus interaksi yang terjadi dalam hubungan internasional dan ini merupakan yang esensi dalam studi hubungan internasional itu sendiri. Ilmuwan hanya bertugas menemukan pola pola pengulangan dan perilaku internasional untuk diramalkan tentang apa yang mungkin terjadi dalam hubungan internasional. Prosesnya hampir sama dengan meteorologi. Di mana ahli cuaca meramalkan keadaan cuaca di suatu tempat dengan menggunakan suatu alat dan bisa jadi ramalan cuaca benar bisa jadi tidak benar. Tapi yang terpenting proses ini tidak memberikan kepastian terhadap suatu fenomena melainkan hanya sebuah kemungkinan agar bisa sedia payung sebelum hujan. Dan ilmu ini akan selalu berkembang untuk memperbaiki kesalahan kesalahan dalam prediksi sebelumnya. Dan pendekatan saintifik juga serupa dengan yang dilakukan oleh ahli cuaca ini.
Pendekatan Saintifik dalam Ilmu Sosial
Pendekatan Saintifik dalam Ilmu Sosial merupakan suatu metode analisa yang objektif, logis, sistematis untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan meramalkan suatu fenomena yang bisa diamati. Berdasarkan definisi ini dapat diketahui bahwa ciri ciri utama sains yaitu :
       1. Sains : suatu metode analisa, bukan suatu kumpulan pengetahuan. Sains merupakan suatu aktifitas, proses dan bisa dibedakan dengan hasilnya.
          2. Tujuan akhir sains adalah deksripsi, eksplanasi, prediksi. 
                3.    Fenomena yang bisa diamati
       4.Bersifat obejktif, logis dan sistematis




                [1] Mohtar Mas’oed. Ilmu Hubungan Internaional : Disiplin dan Metodologi

Tuesday, April 24, 2012

Dari mereka yang berpengalaman


Pelayanan rumah sakit yang dilakukan oleh  salah seorang perawat  rumah sakit umum di kota Padang sangatlah  tidak memuaskan dan menyenangkan hati pelanggan. Seorang pasien yang dirawat di ruangan flamboyan embun pagi dibuka selang infusnya karena ketika pergi ke kamar mandi infus tersebut menyumbarkan darah dari lengan si pasien, kemudian perawat jaga siang di sana bermaksud membukanya untuk membersihkan darah yang berceceran keluar dari selang infus, kemudian si perawat memakaikannya kembali ke lengan si pasien, tapi ternyata si perawat  mungkn  belum ahli betul memasang selang infus, jarum tersebut menyembur entah ke mana, tidak pas pemasangan selang infus dari jarumnya terpaksalah karena si pasien merasa kesakitan, atas permintaan sementara selang infus yang ada jarum tersebut dibuka dan tidak dipasang lagi. Semenjak dibukanya selang infus dari tubuh si pasien dari jam 15.00 hingga magrib, si pasien mulai merasakan pusing pusing di kepalanya, sudah diadukan kepada perawat jaga untuk segera memasangkannya kembali dengan baik, namuan respon tak kunjung datang, alasan perawat yang jaga malam tersebut adalah karena pasien baru pindah dan untuk memasukkan selang infus  harus mendapatkan persetujuan dokter yang jaga juga, kemudian sekitar pukul 20.00 keluhan dari keluarga si pasien diadukan kembali untuk segera memasang selang infus  kepada perawat jaga, tapi ternyata ketika ditanyakan baik baik oleh keluarga si pasien, respon perawat malah tidak menyenangkan, jawaban yang sangat ketus dilontarkan, bahkan terkesan kasar dan marah marah, bukannya mendapatkan ketenangan dari si perawat, malah menambah kesakitan tersendiri untuk segi psikologis si pasien.
Apa ini yang namanya pelayanan dari  rumah  sakit ? Bukankah moto yang terpampang di sana adalah “kepuasan anda adalah kepuasan bagi kami”.  Jika perilaku dan pelayanan perawat rumah sakit ketus dan tidak menyenangkan seperti di atas, apa bisa memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi para pasien?  Ditambah dengan harus mengikuti prosedur prosedur yang rumit seperti di atas, analogi sederhananya seperti ini, ketika ada yang sekarat, namun karena harus mengikuti prosedur menunggu ini dan itu, apakah jiwa yang sekarat yang seharusnya mendapatkan pertolongan lebih awal dan lebih cepat itu harus menjadi korban? Ini yang tidak didahulukan dan didapatkan dari pelayanan rumah sakit umum tersebut. Belum lagi ketika ada pasien yang berobat atau masuk rumah sakit dengan menggunakan kartu Askes, Jamkesmas atau apapun namanya selalu dijadikan pasien kesekian untuk dilayani. Sementara pasien yang berobat secara umum mendapatkan pelayanan yang pertama. Pengkotak kotakkan seperti ini jelas tidak berperikemanusiaan karena setiap orang yang datang ke rumah sakit menggunakan apapun dia berhak mendapatkan pertolongan dan pelayanan kesehatan. Toh yang menggunakan kartu Askes dan Jamkesmaspun juga dibayar kan?
“terinspirasi dari keluhan sebagian masyarakat”